Senin, 02 Juli 2012

Kutemukan Penggantinya

Hari terakhir lembur di bulan ini. Terakhir, karena besok sudah akan berganti bulan. Aku tetap berangkat pagi, meskipun tadi malam begadang. Aku harap aku bisa mendapat bus pertama, dan kalaupun hari ini macet paling tidak itulah harapanku, jadi aku bisa tidur di bus, mengganti jam tidurku yang semalam. Ada beberapa tugas menulis yang harus diselesaikan tadi malam. Dan syukurlah meskipun agak sulit tapi aku bisa menyelesaikannya walaupun berarti jam tidurku harus berkurang, dan paginya harus masuk kerja.

Segera setelah  bus pertama datang, aku naik dan duduk di barisan kanan di belakang pak sopir. Duduk di situ seorang perempuan muda berkerudung putih, setelah tersenyum dan memberikan tempat untukku dia kembali pada aktivitasnya, bermain-main dengan handponnya. Ku keluarkan hape ku dari saku dan headsetnya, segera kupasang di telingaku dan kuputar lagu, tanpa melihat judul apa yang sedang diputar. Aku tidak peduli, yang penting aku mau mendengar musik sambil tidur. Baru beberapa menit bus berjalan rasa kantuk sudah menyerang, belum lagi aku update status facebook dan twitter ku. Tapi aku lebih menuruti rasa kantukku. Jika tidak macet aku bisa berada di bus dan tidur tak kurang dari 30 menit, tapi bila macet aku harap dapat tambahan 30 menit saja, tidak lebih! Kelamaan macet tidak akan membuatku tidur lebih nyenyak, justru sebaliknya hanya bikin dongkol karena kegerahan. Maklum busnya tidak ber-AC.

Tampaknya aku harus sedikit kecewa, perjalanan lancar! Hanya ada sedikit kemacetan, tapi pada intinya jalanan lancar. Dan aku hanya sempat tertidur kurang lebih 20 menit saja. Efeknya, kebugaranku belum kembali 100%. Dengan langkah gontai aku menuju kantor. Sedikit malas untuk menyapa satpam di pos jaga tadi, aku hanya melambaikan tangan, dia juga membalasnya dengan lambaian tangan.


Sepi di kantor, hanya aku dan beberapa orang dari bagian personalia yang masuk. Ruang kerjaku berada di tengah, di antara ruang kerja accounting dan marketing. Sebenarnya kantor ini hanya satu ruangan, tapi antar departemen dibatasi dengan partisi setinggi 1,5 meter. Ada 4 departmen yang berkantor disini, selain personalia dan accounting masih ada departmen marketing, juga departemen tempatku bekerja, desain.


Sebelum memasuki tempat kerjaku, kusempatkan diri untuk melongok ruang kerja accounting. Aku berharap melihat perempuan itu di sana, meski aku tahu peluangnya sangat kecil melihatnya berada di ruang kerjanya sekarang. Di antara 4 departmen yang ada di sini, accounting adalah departmen yang paling jarang lembur. Bukannya apa-apa, tapi bagian yang sering berhubungan dengan bank ini, hari kerjanya menyesuaikan dengan hari kerja bank, Senin sampai Jumat. Hanya ada beberapa kasus khusus di mana mereka terpaksa masuk di hari Sabtu. Dan itulah yang aku harapkan saat ini. Tapi kenyataan berkata lain. Tidak ada siapa-siapa di ruang kerja accounting.

Jam 8.30 tepat, waktunya bekerja. Kunyalakan komputerku, terdengar deru suara kipas prosesor. Suaranya keras, lebih mirip suara blower di ruang toilet. Setelah komputer nyala, pertama-tama kubuka inbox emailku, di hari libur seperti ini, biasanya tidak ada email masuk. Tapi entah kenapa rasanya aku ingin sekali melihat daftar email yang masuk. Ada satu email masuk, ku lihat nama pengirimnya Fadhilla. Bergegas aku berdiri menuju ruang accounting, sangking terburu-buru hampir saja aku menabrak ibu cleaning service, yang sedang membersihkan ruangan accounting.

“Mas, mau cari siapa?”

“Eeee, ” aku gelagapan, “accounting ada yang masuk nggak bu?” jawabku sekenanya.

“Mana ada mas? Accounting mah kalau sabtu libur.”

Aku tak percaya begitu saja. Meski aku tidak masuk ke ruang accounting, tapi mataku menyapu seluruh sudut di ruang kerja accounting. Tidak ada tanda-tanda mahluk accounting di situ.

“Permisi mas, saya mau bersih-bersih dulu”, ibu cleaning service itu keluar dari ruang accounting membawa keranjang sampah yang penuh dengan kertas-kertas bekas.

Aku kembali ke meja kerjaku. Aku lihat lagi dengan cermat inbox emailku. Nama pengirimnya sudah jelas Fadhilla, jam terkirim 08.31. Subyek kosong atau no subject. Kubaca emailnya

Kutemukan Penggantinya (Ost Film Milli dan Nathan) by Winda

sebuah kisah tertulis indah dimasa lalu
tak teraba oleh hati siapapun
hingga kau datang dengan segala kelemahanmu
cacat hidupmu menyempurnakanku

kesakitanku bertambah pahit
ketika harus ku akui
aku menahan rasa cinta untukmu
namun kau tetap ada

kau hadir dalam bayang yang tak pernah ku anggap
kau ada didalam bayang semu
kau merindu dan membuatku jatuh kepadamu
kau menyayangku dan buatku berkata
ku temukan penggantinya

kesakitanku bertambah pahit
ketika harus ku akui
kau hadir dalam bayang yang tak pernah ku anggap
kau ada didalam bayang semu
kau merindu dan membuatku jatuh kepadamu
kau menyayangku dan buat ku berkata

kau hadir dalam bayang yang tak pernah ku anggap
kau ada didalam bayang semu
kau merindu dan membuatku jatuh kepadamu
kau menyayangku dan buat ku berkata
ku temukan penggantinya, kutemukan penggantinya

Seperti sebuah lirik lagu, tapi aku merasa belum pernah mendengar lagu ini. Fadhilla tidak berada di kantor, berarti dia mengirim email ini dari email yahoo. Entah kenapa tadi tidak terpikirkan olehku. Aku hanya berpikir, atau mungkin berharap dia ada di kantor saat ini.

Fadhilla dulu admin di departemen desain. Orangnya penuh semangat, meledak-ledak, keras kepala, sedikit temperamental, tapi juga cengeng. Pernah suatu kali dia berselisih dengan kepala departemen desain, hanya karena dia merasa benar, dan dia tidak terima hasil kerja kerasnya tidak dihargai oleh kepala departemen. Mungkin karena hal itu juga kebetulan salah satu personel accounting ada yang resign, sehingga dia di mutasi, atau lebih tepatnya ditarik oleh kepala departemen accounting. Apalagi Fadhilla punya basic di bidang accounting. Tapi pernah juga suatu kali dia menangis, hanya karena ada teman yang meledeknya dengan memperlihatkan foto-foto dia dan mantannya pada sebuah acara makan-makan departemen desain.


Beberapa bulan ini, aku dan Fadhilla menjalin hubungan secara diam-diam. Meski aku tahu orang sekantor tak henti-hentinya menggosipkan kami. Aku yakin mereka sebenarnya tahu. Tapi aku merasa tak perlu membuat suatu pernyataan, ataupun memperlihatkan kemesraan hubungan kami di depan mereka. Fadhilla pun tak mau secara terang-terangan mengakui berhubungan denganku. Kami sering ngobrol, sms-an, chatting. 


Aku sempat takut dia akan merasa trauma menjalin cinta, setelah pertunangannya kandas setahun yang lalu. Tapi membaca bagaimana bahasa tubuhnya berbicara, bahwa dia sudah sepenuhnya sembuh dari luka masa lalu. Meskipun tak berarti melupakan masa kelam itu. Fadhilla masih ingat detail bagaimana dia dan mantannya saat jadian, atau bagaimana suatu kali dia yang sedang terburu-buru hendak berangkat kerja disuapi dengan lembut oleh mantannya yang setiap pagi berangkat kerja sama-sama. Cerita ini selalu membuatku cemburu, tapi tak mau menekannya. Dengan melarangnya menceritakan masa itu, bukan tak mungkin dia justru akan merasa sedih dan trauma. Aku anggap diriku sebagai seorang psikiater yang tengah mendengar cerita pasiennya, dan berusaha menjauhkannya dari traumatis.


Aku masih bingung dengan arti dia mengirim email ini. Sudah empat minggu sejak dia minta putus dariku. Dan kebetulan juga Fadhilla pindah departemen. Kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya oleh Fadhilla untuk menjauhi aku. Puluhan sms ku tidak dibalasnya, chatting pun sudah tak pernah, parahnya lagi facebook dan twitter ku di blokir. Aku sempat marah saat tahu, facebook ku diblokir, aku pikir ini sudah keterlaluan. Hampir aku acak-acak facebooknya menggunakan aplikasi hack yang ku download dari internet. Tapi aku tak sampai hati, bukan itu yang kuinginkan. Aku belum bisa menerima keputusannya. Aku masih berharap bisa kembali menjalin cinta dengannya.


Email ini? Aku segera mencari lagu ini di internet dan mendownload-nya. Aku dengarkan dengan seksama sambil membaca lirik di email itu. Aku penasaran, apa yang ingin diungkapkan Fadhilla dari lagu ini? 


Apakah judulnya? Kutemukan penggantinya? Pengganti siapa? Pengganti mantan tunangannya, aku kah? Aku merasa terhormat jika aku bisa melakukannya, tapi memang itulah yang kuinginkan. Meskipun rasanya aku masih belum bisa memenuhi ekspektasinya. Bukan soal materi, karena aku paham jalan pikiran orang yang kusayangi ini, Fadhilla bukan cewek matre. Tapi ini soal ketakwaan kepada Yang Maha Kuasa. Sebagai seorang anak Pak Ustad, Fadhilla tentu mengharapkan seorang yang shaleh untuk mendampinginya dan menjadi imamnya kelak. Untuk yang satu ini, aku merasa belum cukup pantas. Tapi bukan berarti aku tidak bisa. Justru aku ingin menjadikan momentum ini untuk lebih giat beribadah, untuk berubah menjadi orang yang lebih bertakwa. Bukankah untuk mendapat istri yang shalehah, kita juga harus menjadi orang yang shaleh, agar kita pantas bersanding dengannya?


Ataukah mungkin dia menemukan penggantiku? Lalu untuk apa aku diganti? Maksudku aku belum benar-benar membuatnya jatuh cinta. Bahkan menurutku, dia akan memendam dalam-dalam kenangan selama menjalin kasih denganku. Aku mengerti seharusnya cerita cinta ini tak perlu terjadi karena sebenarnya aku sudah bertunangan. Itulah alasannya dia ingin berhenti berhubungan denganku. Sejak awal berhubungan Fadhilla sudah tahu aku bertunangan. Tapi perasaan yang berkembang di antara kami mementahkan semua logika. Berkali-kali dia meminta putus, tapi aku selalu berhasil menahannya. Rasanya aku belum siap kehilangannya. Cinta kami datang dan tumbuh di saat yang tidak tepat. Ya. Seandainya saja dulu kami bertemu sebelum aku bertunangan. Sepertinya Fadhilla begitu sempurna di mataku. Walau hanya empat bulan kami memadu kasih, tapi rasanya perasaanku sudah begitu mendalam, dan ingin sekali untuk memilikinya. 


Inginnya aku bertanya langsung padanya, perihal email ini. Tapi bagaimana caranya? Fadhilla tak akan membalas sms dan emailku. Dan aku yakin jika aku menelponnya pun dia tidak akan mengangkatnya. Galau merasuki pikiranku. Sudah hampir jam 12 siang tapi aku masih belum menyentuh pekerjaanku. Aku tak mau rasa penasaranku ini membunuhku. Aku putuskan untuk mengirim sms kepada Fadhilla. Seperti dugaanku sebelumnya, Fadhilla tidak membalas smsku. Aku penasaran tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Perempuan memang mahluk yang misterius. Mereka suka membuat para lelaki penasaran.


Sejak itu, aku masih sering mendengarkan lagu Kutemukan Penggantinya, untuk menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh Fadhilla. Tapi tetap tiada hasil. Aku masih tetap tidak menemukan pesan itu. Biarlah semuanya ini berjalan seperti adanya. Bukankah jalan kehidupan ini sudah diatur oleh Yang Maha Pengatur? Manusia tak ubahnya seperti bidak catur. Menjalankan apa yang sudah direncanakanNya.


Minggu, 24 Juni 2012

Kekasih Halal

"Manusia diciptakan dengan cinta. Dan mereka hidup dengan cinta yang membara dalam hati mereka."

Memiliki kekasih yang cantik dan salehah adalah impian setiap pemuda, biasanya salehah diidentikkan dengan perempuan yang memakai kerudung, meskipun tidak ada jaminan bahwa setiap perempuan yang berkerudung itu  salehah, tapi setiap perempuan yang salehah pasti memakai kerudung serta berpakaian yang mampu menyembunyikan lekuk tubuh serta rambutnya.

Aneh rasanya kalau melihat perempuan berkerudung tapi memakai kaos ketat yang menonjolkan bagian-bagian tubuhnya. Tertutup tapi menonjol, apa bedanya dengan yang sedikit terbuka? Mungkin mereka belum memahami maksud dari berhijab. Tapi mungkin itu masih lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang merasa sebagai perempuan salehah, tapi belum tergerak hatinya untuk berhijab.

Kenapa harus yang salehah? Apa perempuan yang tidak salehah tidak layak untuk dicintai? Tuhan telah menetapkan jodoh tiap manusia, seorang pemuda yang saleh sudah selayaknya mendapatkan perempuan yang salehah. Dan jika menginginkan sebuah rumahtangga yang harmonis, sakinah mawwadah dan warrohmah, pilihannya sudah tidak bisa ditawar lagi, yaitu perempuan yang salehah.

Saat kita mengharapkan perempuan yang salehah, sudah seharusnya juga kita memotivasi diri untuk menjadi seorang yang saleh, yang layak mendampingi , dan menjadi imam bagi perempuan salehah. Jangan sampai perempuan salehah itu menurunkan level dan derajatnya hanya untuk menjadi pendamping kita yang level dan derajatnya masih di bawahnya, dan begitu juga sebaliknya. Kita tidak perlu terlalu bersedih jika gagal mendapat perempuan salehah buruan kita. Yang pasti Tuhan telah menyiapkan pengganti yang lebih cocok untuk kita.


Dion mengenal Firda sebagai seorang partner di kantornya, mereka sering bertemu dan semakin dekat, sehingga tumbuh benih-benih rasa suka di antara keduanya. Perhatian dan perlakuan Dion jelas menyiratkan perasannya. Firda pun mampu menangkap sinyal-sinyal itu dengan baik, Firda pun membalas sinyal yang dikirimkan Dion melalui perlakuan dan bahasa tubuhnya. Tapi Firda hanyalah seorang perempuan yang merasa tak mungkin menyatakan perasaannya sebelum Dion melakukannya.

Hari yang dinanti itupun tiba, sebelumnya Dion mengirimkan pesan singkat kepada Firda. Mereka janjian sore ini sepulang kerja, dengan mantap Firda membalas SMS Dion, meskipun hatinya bergetar, jantungnya berdegup kencang. “Mungkin inilah saatnya…”, gumam Firda dalam hati.

Dion dengan motornya, mengajak Firda mengelilingi simpang lima Semarang sampai tujuh kali. Sebelum akhirnya Dion mengarahkan motornya ke arah selatan menuju taman Menteri Supeno depan SMA 1.  Dion merasa di tempat ini cocok untuk mengungkapkan perasaannya. Dan di tempat ini pula kedua insan ini mengucapkan janji setia, saling mencintai dan menyayangi hingga ke jenjang pernikahan.

Hari-hari berlalu, dan semua terasa indah bagi keduanya. Firda senang mendapat perhatian khusus dari kekasihnya. Bahkan suatu ketika Dion mengatakan, jika suatu saat nanti Firda menjadi istrinya, dia ingin Firda mengenakan kerudung, suatu hal yang wajib bagi wanita muslimah. Firda merasa sangat tersanjung mendengarnya, membayangkan suatu saat nanti menjadi istri dari kekasihnya saat ini. Firda sangat yakin bahwa suatu saat nanti datang waktunya dia akan halal bagi Dion.

Tapi Firda yang pernah bersekolah di Madrasah Aliyah (MA) tak ingin terlalu lama menunggu sampai menjadi istri Dion hanya untuk mengenakan kerudung. Hatinya sudah terketuk, mendapat hidayah dari Sang Kuasa. “Kalau bisa sekarang, kenapa harus menunggu sampai nanti…” pikirnya dalam hati.

Sampai akhirnya Firda memantapkan hatinya untuk memakai jilbab. Dia membeli kain beberapa meter untuk dijadikan seragam kerja berlengan panjang. Karena seragamnya yang sekarang berlengan pendek, sehingga tidak cocok dipakai untuk dipadukan dengan kerudungnya nanti.

Tak ayal keputusan Firda membuat Dion terkejut, tapi Firda punya alasan tepat yang tidak bisa dibantah oleh Dion. Meski begitu Firda merasa bingung dengan keterkejutan Dion. Ketika Dion mengungkapkan keinginannya agar Firda mengenakan jilbab, Firda merasa bahwa Dion adalah seorang muslim yang saleh, yang layak menjadi imamnya kelak. Tapi ketika Firda memenuhi permintaannya, kenapa justru Dion seolah merasa keberatan.

“ Kak…”, kata Firda, ketika Dion datang ke rumahnya dan mendapatinya memakai kerudung dan dengan baju gamis, tidak seperti biasanya yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek “kalau Ade bisa pakai jilbab sekarang, kenapa sih harus nunggu sampai jadi istri Kakak? Bukannya memakai jilbab itu wajib bagi wanita muslimah?”

“Ehh….”, Dion bingung menjawabnya.

Sejak saat itu dan selanjutnya, Firda selalu berpenampilan anggun dengan kerudung dan gamisnya. Dan dia juga sedikit menjaga jarak dengan Dion. Jika biasanya mereka bergandeng tangan saat berjalan bersama, kini Firda menolaknya dengan cara yang halus. Firda tak ingin kekasihnya sakit hati, tapi Firda juga tidak ingin dipandang negatif oleh orang yang melihatnya. Apa kata orang ketika melihat seorang perempuan berkerudung, berjalan bergandengan tangan dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya, bukan juga muhrimnya?

Lama kelamaan Dion merasa, bahwa bukan ini hubungan yang diinginkannya. Dion ingin bisa menyentuh tangan Firda, menggandengnya, memeluknya, lebih-lebih bisa menciumnya. Seperti model pacaran yang sering dipertontonkan di hampir semua cerita sinetron-sinetron picisan. Dan saat ini, Dion merasa bahwa dia sudah tak punya  peluang untuk melakukannya dengan Firda.

“Dik! Apa aku ini najis bagimu?” tanya Dion suatu ketika dia mengajak Firda jalan-jalan dengan motornya, “bisa kan, kamu merapatkan dudukmu dan memegangi pinggangku?”

“Maaf Kak! Ade nggak bisa”

Dion bersungut-sungut, dia tahu dia tidak bisa memaksa Firda melakukannya. Dion tahu Firda benar, tapi tetap saja Dion ingin mendapat perlakukan yang mesra dari Firda. Pernah berpikir untuk meninggalkan Firda, tapi untuk saat ini, Firda adalah ratu di hatinya, dengan kata lain tak ada perempuan lain yang disukainya selain Firda.

Bahkan Dion sudah membawa orang tuanya untuk menemui orang rua Firda. Kedua insan ini ditunangkan. Tapi meski begitu, Firda masihlah belum halal untuk Dion. Meski pada awalnya Dion berpikir, jika mereka sudah bertunangan, Firda bisa memperlakukannya dengan mesra. Tapi Firda tetaplah Firda, seorang perempuan yang keras kepala, dan teguh pendiriannya. Tapi Firda selalu menghindari perdebatan yang panjang. Firda yakin bahwa sebenarnya Dion juga tahu dengan hukum Islam. Dan Firda masih yakin bahwa Dion adalah imamnya kelak.

Tapi untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hubungan mereka kandas di tengah jalan. Dion berhubungan dengan salah satu teman kerjanya yang lain. Dan kini tengah mengandung 2 bulan. Langit serasa runtuh menimpa Firda, ketika mendengar berita itu. Rasanya tidak rela hubungannya dengan Dion berakhir setragis ini.

Lebih-lebih bagi keluarga Firda yang telah menerima pertunangannya. Apa kata tetangga? Firda menangis tersedu-sedu, bersimpuh di kaki ibunya, berharap ibunya tegar menerima kenyataan. Calon menantunya yang dibanggakannya ternyata tidak sebaik yang dibayangkan. Tapi dukungan datang dari ayahnya.

“Mungkin dia bukan jodohmu Nduk….”, Ayah Firda mencoba menenangkan putrinya. “Masih bagus ketahuan sekarang, Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang lebih baik daripada Dion untukmu, kamu yang sabar saja.”

“Tapi pak…!”, air mata Firda jatuh bercucuran, “apa kata tetangga?”

“Nduk, tidak ada seorangpun yang mengharapkan kejadian seperti ini ”, Ayah Firda menghela nafas, menyembunyikan kesedihan dari putrinya, “coba terima kenyataan dan bersyukurlah, kamu bisa menjaga kehormatanmu, ini memang menyakitkan, tapi saat menimpa pada kita, kita harus tegar menghadapinya, banyak-banyaklah berzikir”

Firda masih belum bisa menghentikan tangisnya. Tapi hatinya mulai merasa tenang. Benar apa yang dikatakan oleh ayahnya. Dia harus bersyukur karena selama pacaran dengan Dion, dia masih bisa menjaga kehormatannya. Masih berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Mungkin jika dia membiarkan Dion menjamahnya, bukan tak mungkin nasibnya sekarang akan lebih buruk, kehormatan keluarganya akan tercoreng moreng.

Firda memantabkan hatinya untuk bangkit. Menuruti nasihat ayahnya untuk memperbanyak zikir. Mencoba ikhlas, karena segala kejadian di dunia ini sudah direncanakan oleh Sang Khalik. Melupakan semua ini memang tidak mungkin, kecuali bahwa Firda mengalami amnesia atau lupa ingatan. Jalan yang terbaik adalah selalu bersyukur dan berusaha ikhlas. Dengan begitu perlahan-lahan sakit di hatinya bisa terobati, tidak ada cara yang instan untuk mengobati hati yang luka. Tapi keinginan dan tekad yang kuat dari pemilik hati yang luka bisa mempercepat penyembuhan. Wallahu alam






Jumat, 08 Juni 2012

No Idea

Assalamualaikum, apakabar pembaca setia talkiwong? Sepertinya beberapa hari ini blog talkiwong sepi pengunjung. Bisa dimaklumi, karena update-nya cuma seminggu sekali. Padahal untuk dapat terus menarik pengunjung, blog itu harus selalu di-update dengan posting-posting terbaru. Apalagi beberapa hari ini konsentrasi talkiwong terpecah. Ya, selain menjadi penulis tetap di talkiwong.blogspot.com talkiwong juga baru-baru ini menjadi salah satu penulis di www.gudangtekno.com (jangan lupa kunjungi website-nya ya).

Tapi talkiwong akan tetap berusaha untuk selalu update blog kesayangan kita ini. Hanya saja kadang-kadang inspirasi tuh kok nggak lewat, maupun sekedar melintas di pikiran. Seperti sekarang ini, saking nggak tahunya mau nulis apa, jadi apa yang ada di dalam pikiran dikeluarin aja. Hari ini talkiwong baru saja menyelesaikan tulisan di www.gudangtekno.com, coba lihat deh di link-nya, sama sekalian kalau sudah dibuka, tolong pencet tombol like ya. Hehehehe sekalian promosi.



Atau kalau teman-teman misalkan ada ide apa gitu, bisa kontak talkiwong. Misalkan mau bahas apa, kirim aja email ke tsoul56@gmail.com nanti talkiwong akan menyiapkan bahan tulisannya, terus dirangkum seringkas-ringkasnya dan sepadat-padatnya untuk kemudian di-posting di blog ini.

Sabtu, 02 Juni 2012

Love by Wire

Pernah dengar istilah Drive by Wire? Istilah ini populer pada pertengahan dekade 2000-an, khususnya dalam bidang MotoGP, tapi untuk dunia F1 istilah ini sudah kuno, karena F1 sudah lebih awal menggunakannya. Drive by wire berarti seluruh sistem mekanik yang ada pada motor dikendalikan dengan kabel yang disambung ke otak/CPU/ processor. Sehingga jika seorang pembalap menginjak pedal rem, sebenarnya dia memberikan perintah kepada processor untuk melakukan pengereman, prosessor memberikan perintah kepada sensor-sensor yang ada pada sistem mekanik untuk mengerem. Canggih kan? Legenda MotoGP Valentino Rossi sempat merasa canggung pada awal-awal penggunaannya. Teknologi ini sebenarnya di-adopsi dari ajang balap F1.


Apa hubungannya sama tajuk kita kali ini Love by Wire? Nggak ada, tadi cuman sekedar intermezzo saja, biar tambah pengetahuan. Pasti pada baru tahu kan? Hehehe... Pokoknya nggak rugi lah bergaul sama talkiwong, dijamin tambah pinter.

Di jaman yang semakin maju ini, aneh rasanya kalau melihat ada orang tidak punya, atau tidak membawa handphone atau biasa disebut hape. Dari usia anak-anak sampai kakek-nenek semua tahu dan punya hape. Entah untuk sekedar sms-an, telepon, main game, bisa juga facebook-an.

Risa dan Fajar sudah sebulan jadian. Dua sejoli ini layak berterima kasih pada teknologi seluler, dimana keduanya sangat terbantu dengan sms. Fajar yang terpesona dengan Risa teman kerjanya, sangat intens mengirimkan pesan singkat rayuan, gurauan, maupun sekedar curhat. Risa juga merasa senang dan tersanjung karena kini ada yang memperhatikannya, meski hanya melalui sms. Keduanya belum berani membuka hubungannya di depan teman-teman mereka yang lain. Bukan hanya karena mereka satu kerjaan, sebenarnya Risa dan Fajar satu bagian. Mereka tidak mau hubungan mereka justru mengganggu konsentrasi pada kerjaan, untuk itulah mereka sepakat untuk merahasiakan kisah cintanya.

Setiap hari Fajar menyirami Risa dengan puluhan sms kata-kata pujian. Risa membalasnya dengan menganggap kata-kata Fajar terlalu berlebihan atau lebay, meski sebenarnya dalam hati Risa tersanjung dan kagum, dengan rayuan gombal Fajar yang seakan tak pernah kering. Anehnya Fajar tidak pernah merasa tersinggung dan justru semakin membuatnya semangat untuk terus menyerang Risa dengan kata-katanya. Sampai akhirnya Risa mantab untuk menerima pinangan Fajar untuk menjadi kekasih hatinya. Butuh waktu sebulan bagi Fajar untuk meyakinkan Risa dengan pesan-pesan singkatnya.

Setiap hari tak kurang dari puluhan sms terkirim dari hape mereka berdua. Lama-lama tanpa mereka sadari, hubungan itu justru menurunkan kinerja keduanya. Selalu muncul perasaan cemas atau galau, kalau sms-nya belum dibalas. Setiap 10 sampai 30 menit mereka membuka hapenya untuk memeriksa pesan yang masuk, atau membalasnya. Tapi kadang-kadang salah satu dari mereka tenggelam dalam kesibukan pekerjaan, sedang yang lain merasa malas melakukan pekerjaan sebelum sms-nya dibalas.

Hingga muncul ide untuk berkirim pesan melalui komputer mereka yang terhubung dengan LAN (Local Area Network). Sebenarnya chat via LAN ini bukanlah hal baru. Bahkan kebanyakan software untuk chat berkembang pada era 2006. Tapi bagi keduanya, ini adalah sesuatu hal yang baru. Jadilah Fajar searching di google, dengan komputernya yang sebenarnya tidak diset untuk terhubung ke internet, tapi demi sang kekasih pujaan, Fajar sengaja membeli modem, dan secara sembunyi-sembunyi menancapkannya di port USB bagian belakang CPU.

Setelah lama pencarian, didapatlah beberapa software chat. Dan setelah dicoba-coba, akhirnya Fajar menentukan pilihannya. Kemudian Fajar meng-installnya juga pada komputer Risa. Tersenyumlah keduanya tatkala berhasil saling mengirim pesan melalui komputernya. Rasanya lebih mudah berkomunikasi dengan mengirim pesan, daripada harus mendatanginya, ataupun via saluran intercomm.

Melalui saluran kabel LAN inilah, cinta keduanya bersemi dan berkembang. Mereka paham bahwa jika ketahuan resikonya akan berat, selain harus menahan malu menjadi bahan gunjingan orang sekantor, mungkin mereka juga akan mendapat sanksi indisiplinner. Tapi, hidup hanya akan terasa datar tanpa adanya resiko kan? "live is never flat" kalau kata Agnes Monica. Biasanya sesuatu yang berresiko itu lebih berharga dari pada yang tidak berresiko.

Minggu, 27 Mei 2012

Bayi Muntah dan Diare, Apa Penyebabnya?

Assalamualaikum, apa kabar pembaca setia talkiwong?

Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang tanya "Pak anaknya pernah sakit, muntah-muntah dan diare nggak?" Wah kebetulan sekali sebenarnya sekitar tiga minggu yang lalu anak saya yang kedua seorang perempuan berusia 8 bulan, setiap habis makan atau minum ASI sering muntah, diselingi buang-buang air atau diare. Bahkan sangking seringnya muntah, sampai-sampai Farannisa, nama anak perempuan saya itu, tidak mau makan maupun minum ASI. Padahal dalam keadaan sehat, Saya yakin para orangtua akan iri pada Saya, dikarenakan Farannisa yang gampang makan. Tubuhnya juga sedikit gemuk, biarpun minum susunya agak ngirit (sehari paling banyak 3 botol kecil @40 ml, lebih seringnya cuma 1 botol).

Pada edisi kali ini Saya akan berbagi tips kepada para orang tua, jika pada suatu hari mengalami kejadian ini, yang pasti akan membuat pikiran para orang tua jadi kacau 'galau'.

Farannisa, balapan merangkak lawan Afghan
Nggak suka difoto, tapi Ayah  maksa memfoto
Pada hari pertama sampai jam 6.00 pagi Farah sudah beberapa kali muntah dan diare, sehingga pagi itu langsung Saya bawa ke dokter umum. Selama 1 hari itu tak ada tanda-tanda keadaaan akan membaik, sebagai Ayah tentu saya merasa galau. Apalagi beberapa hari sebelunya seorang teman bercerita keponakannya opname di RS dengan gejala yang sama seperti yang dialami Farah. Terbayang di pikiran bagaimana seandainya Farah masuk RS. Terus terang sejak Afghan masuk RS pada usia 1 tahun (sekarang hampir 3 tahun), saya masih trauma. Hampir setiap hari Afghan menangis, apalagi kalau lihat perawat yang cantik-cantik itu kalau pas lagi cek up. Dalam hati saya terus berdoa agar jangan sampai Farah mengalami hal yang sama dengan Afghan.


Saya tetap menenangkan diri, karena saya tak ingin terlihat panik oleh istri saya. "Percayalah panik itu hanya akan mempersulit masalah", begitu kira-kira saya berkata dalam hati. Dengan menggunakan handphone Saya sibuk searching bahan di internet, atau istilah bekennya "tanyalah pada mBah Googole" dan saya menemukan beberapa fakta mengenai gejala muntah dan diare pada bayi, berikut seperti yang saya kutip dari halaman babies-owner.blogspot.com :

  1. Bila muntahnya berwarna hijau, ini menunjukkan ada kelainan pada aluran pencernaan bayi, biasanya ada sumbatan di bawah usus halusnya. Warna hijau itu adalah cairan empedu yang ikut keluar. Bahkan meskipun bayi tidak makan pun, dia masih bisa muntah. Ini dikarenakan cairan empedu keluar, dan enzim-enzim yang lain tak bisa lewat. Untuk mengetahu penyebab dari sumbatan itu, haruslah melalui pemeriksaan lebih lanjut, semisal USG atau Rontgen, kemudian baru bisa dihilangkan sumbatannya.
  2. Bila muntahan menyemprot seperti air mancur, ini menunjukkan ada kelainan pada susunan saraf  pusat di otak si bayi, biasanya terjadi setelah bayi terjatuh. Segera bawa ke dokter. (alternatifnya berdasar pengalaman talkiwong, bayi bisa dibawa ke dukun bayi untuk dipijat)
  3. Bisa juga karena keracunan, ini peringatan untuk para orang tua dan para pengasuh bayi, agar selalu mencuci tangan dengan sabun bila ingin menyentuh bayi, atau akan menyiapkan makanan untuknya, apalagi sehabis pulang kerja atau setelah pulang kerja. Untuk pertolongan pertama, berikan baiyi oralit, atau larutan gula dan garam. Segera bawa ke dokter.
  4. Bila muntah darah, jika berwarna merah dan banyak, ada kemungkinan pembuluh darahnya pecah. Tapi jika berwarna hitam berarti ada darah lambung.  Segera periksakan ke dokter. Pemeriksaan dilakukan tergantung pada jenis dan banyaknya darah. Pendarahan yang banyak sangat berbahaya karena menurunkan kadar hemoglobin sehingga bayi kekurangan cairan dalam pembuluh darah.
Segeralah bersihkan muntahan yang mengenai badan bayi dengan tissue, maupun lap. Jangan biarkan muntahan terlalu lama kontak dengan kulit, karena bisa mengakibatkan iritasi.

Tips untuk mencegah muntah :
  1. Jangan menyusui di kala bayi menangis, tenangkan dulu sang bayi, baru kemudian bayi bisa diberi susu.
  2. Miringkan dot/ botol susu saat meminumkannya, pastikan yang masuk ke mulut bayi adalah susu, bukan udara.
  3. Setelah selesai minum susu, usahakan gendong bayi dengan posisi setegak mungkin.
  4. Jangan "mengkudang" bayi (mengangkat-angkatnya) setelah selesai minum. Jangan meletakkan bayi dengan posisi telentang, dudukkan bayi di stroller nya dan ikat.
  5. Usahakan bayi bersendawa setelah minum susu.
Pada sore harinya setelah diperiksa dokter. Saya membawa Farannisa ke dukun bayi untuk dipijat -- mungkin sebagian pembaca merasa aneh, hari gini masih pakai dukun bayi? Justru pada usia 8 bulan ini Farannisa sedang dalam keadaan aktif dan selalu bergerak, orang tua bahkan pengasuhnya mungkin tidak tahu saat Farah terpeleset dan jatuh, mungkin dipikir hanya jatuh biasa. Dan saya tidak mau ambil resiko, seorang dukun bayi mampu mendeteksi, bagian-bagian tubuh bayi yang sarafnya tidak dalam keadaan normal. dan biasanya sangat mengganggu bagi si bayi. Alhamdulillah di hari kedua (hari Minggu) meskipun Farannisa nafsu makannya belum kembali, tapi muntah dan diare-nya sudah berkurang. Dan di hari ketiga (hari Senin) sepulang kerja saya menanyakan kepada pengasuhnya tentang keadaan Farannisa, dan Alhamdulillah Farah sudah mau makan, sudah tidak diare, dan tidak muntah lagi.

Saya harap tips ini bisa berguna untuk para orang tua yang masih memiliki anak bayi. Saya lebih berharap lagi bila teman-teman sekalian tidak mengalami kejadian ini.

Cukup sekian dulu, waktunya mengajak Farannisa dan Afghan jalan-jalan dulu. Wassalamualaikum

Rabu, 23 Mei 2012

Liburan 19 Mei 2012

Afghan suka melihat burung dalam sangkar, Farannisa sama Bunda saja ya?
 "Libur telah tiba, libur telah tiba... Hore... Hore..."

Asyik ya kalau libur panjang? Apalagi kalau bisa mengisi liburan dengan acara piknik, atau jalan-jalan bersama keluarga. Pasti menyenangkan.

Begitu juga dengan talkiwong. Pada liburan kemarin tepatnya pada hari Sabtu tanggal 19 Mei 2012 bersama dengan keluarga  talkiwong jalan-jalan ke Pemandian Air Panas di Nglimut.

Suasananya yang sejuk di daerah lereng Gunung Ungaran. Tiket masuknya juga tidak mahal, cuma Rp7500,00 per orang (Rp10.000,00 khusus hari minggu), anak-anak tidak dihitung. Ditambah biaya parkir motor Rp2000,00. Cukup murah kan? Kalau sudah puas mandi air hangat alami, teman-teman bisa jalan-jalan di taman, atau beristirahat di gazebo. Lebih baik bawa makanan sendiri dari rumah, soalnya di sini tidak ada warung, kalaupun ada, biasanya harganya lebih mahal.

a happy family
Afghan berfoto dengan background kuda, atau sebaliknya foto kuda dengan foreground Afghan?
Farannisa
Sebenarnya ada yang kurang dengan kunjungan kali ini dibandingkan yang sebelumnya. Dulu di sini ada semacam kebun binatang mini. Ada beberapa ekor burung merak, ada juga beberapa spesies monyet, trenggiling dan lainnya. Tapi sekarang? Entah kemana hewan-hewan itu. Ada kemungkinan mati, dan sisanya dititipkan di kebun binatang. Tidak mudah memang untuk memelihara binatang-binatang tersebut. Ya sudahlah
Bunda, Farannisa dan Afghan naik ayunan

Selain itu, tempat ini tetap layak untuk dipertimbangkan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga. Cobalah! Mungkin suatu saat teman-teman bisa bertemu dengan talkiwong di sini.





Rabu, 16 Mei 2012

In Memoriam Marsha Farzana

Sudah lebih dari 7 hari sejak Marsha meninggal pada hari Minggu 6 Mei 2012. Suasana rumah masih tampak haru, tiada keceriaan.
Pasti banyak pembaca yang bingung, siapa sih Marsha? Jangan-jangan selingkuhannya talkiwong, atau mungkin istri mudanya? Jangan suudzon dulu, positif thingking dan lanjutkan membaca ya. Talkiwong akan mengupas tuntas mengenai gadis ini.
Marsha Farzana lahir pada Februari 2005, anak pertama dari pasangan Nur Azizah dan Solhan.Seorang gadis yang periang, dan pemberani. Tapi siapa sangka Marsha meninggal saat usianya masih sangat muda, kematian adalah rahasia Illahi, bisa datang kapan saja.


Selamat jalan Marsha, semoga diterima di sisi-Nya, hingga menjadi bidadari di surga kelak.

Senin, 14 Mei 2012

Menikmati Teh

Assalamualaikum. Apa kabar penggemar talkiwong yang sudah menanti-nanti update terbaru dari blog kesayangan kita ini. pada kesempatan kali ini talkiwong ingin berbagi resep dan tips cara menyeduh teh agar terasa nikmat dan mantap. Ikuti sampai selesai ya.

Teh, minuman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Dari warung nasi kucing, sampai restoran mewah, semuanya menyediakan minuman teh (tapi jujur saja Talkiwong belum pernah sama sekali minum teh di restoran mewah, emang benar restoran mewah menyediakan minuman teh?). Selain ada di mana-mana di seluruh pelosok negeri, minum teh juga cocok untuk segala suasana. Kalau cuaca panas kita lebih suka minum es teh, kalau di tempat dingin? Teh hangat cocok untuk menikmati suasana. Dan lagi minum teh itu cocok untuk segala makanan. Makanya iklan saja bisa bilang "apapun makanannya, minumnya teh...".
Coba lihat gambar teh di samping, sedap kan? Untuk mendapatkan aroma dan rasa teh yang nikmat, ada triknya lho. "Menyeduh teh tidak bisa terburu-buru, perlu bersabar, perlu waktu untuk membiarkan daun teh beroksidasi dengan baik sehingga aroma dan cita rasa teh sebenarnya keluar dengan sempurna", demikian pesan Stephen Twinings yang punya julukan 'Raja Teh dari Inggris' keren kan julukannya? Untuk itu ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menyeduh teh :
1. Teko atau poci, atau tempat menyeduh teh. pastikan teko benar-benar bersih, dan teko yang digunakan hanya untuk menyeduh teh. Hindari pemakaian teko yang digunakan untuk menyeduh kopi, bergantian untuk menyeduh teh. Bahan teko bisa terbuat dari tanah, porselen, maupun kaca. Sebaiknya jangan menyeduh teh dengan teko berbahan plastik, karena akan mengurangi aroma teh tersebut.

2. Air, pilihlah air yang bersih dan layak konsumsi, jangan sampai menyeduh teh dengan air bekas kobokan, bukannya aroma teh yang akan muncul, tapi malah aroma yang lain hihihihi! Jika menggunakan air mineral, panaskan teh sampai dengan suhu 90 °C atau 95 °C (biasanya heater pada water dispenser sudah di-set untuk suhu tersebut). Tapi jika memakai air dari sumur maupun mata air, pastikan masak air sampai mendidih, untuk mematikan kuman-kuman. Karena air mendidih bersuhu 100 °C, jangan langsung digunakan untuk menyeduh, tunggulah sampai beberapa saat, sampai suhunya turun menjadi 90 °C atau 95°C.

3. Teh, pastikan Anda tidak menyeduh teh basi, atau teh bekas pakai (yang biasa ngirit ketahuan nih), karena rasa dan aromanya sudah berubah. Pastikan Anda benar-benar menyeduh teh baru yang fresh out of the box. Lama menyeduh teh bisa tergantung dari besar kecilnya daun teh, tapi buat penulis, yang penting semua daun teh sudah tenggelam ke dasar teko, itulah saat yang tepat untuk menikmati teh. Takaran teh disesuaikan dengan selera. Jika ingin teh yang kental, takaran teh harus lebih banyak dari takaran biasa. Satu lagi jangan lupa tambahkan gula pasir sesuai selera, karena umumnya di Indonesia menikmati teh harus terasa manis.

4. Makanan pendamping, atau cemilan. Enaknya ngeteh itu saat waktu senggang sambil ngemil berbagai macam gorengan (tapi bukan wajan dan panci lho) mendoan, pisang goreng, bakwan, bisa juga aneka biskuit.
Hmmm yummi deh... hehehehe...

Segitu saja tips dari talkiwong yang disadur dari berbagai sumber, sampai jumpa pada tips-tips selanjutnya... 
Wassalam...

Sabtu, 28 April 2012

Google Hack untuk Pemula

Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulilllah akhirnya saya bisa kembali ke blogger, thanks buat temen temen yang selalu mendukung saya untuk serajin-rajinnya posting (gw tahu, Lo nyindir gw via Blog Lo khan?) pokoknya tetep saya ucapin thengkiyu bro......

Ada apa sih di talkiwong.blogspot.com edisi kali ini (28/04/2012)? Kasih tahuuuu nggak ya? Hehehehe! Baeklah para pembaca yang budiman, yang sudah nggak sabar menunggu postingan dari talkiwong (gayanya sok banget). Pada edisi kali ini talkiwong akan mengupas sedikit mengenai "Google Hack". Mungkin ada salah satu di antara para pembaca budiman yang sudah pernah membaca mengenai tema kita kali ini dari blog ataupun situs lain. Nggak papa, kali ini talkiwong akan mengupas secara lebih ringkas, padat, dan merayap, menyemut, me-nyamuk, dan me-lalat. Sehingga mudah dimengerti, dipahami, dicerna, jadi nggak ada nutrisi yang terbuang (lho apa hubungannya?). Tapi kalo sudah membaca artikel ini kok masih belum paham juga, wahhh! payahhh lo! Hehehehe!

Mari kita mulai. Hari gini ada nggak sih yang masih belum tahu Google, si Mbah dukun dari dunia maya? Hallooo! Plis dech! Google adalah internet, dan internet adalah Google. Lho kok? Bisa dibilang begitu, soalnya Google bertransformasi menjadi sebuah perusahaan yang fokus pada bidang internet, jadi nama Google tidak bisa dipisah kan dari internet. Sejatinya sih Google itu hanyalah salah satu dari sekian banyak mesin pencari (search engine). Tapi kesuksesan Google mampu mengalahkan raksasa mesin pencari sebelumnya yaitu "Yahoo!". Bahkan kemampuan mesin pencari ini bisa digunakan untuk hacking lho! Ya bukan hacking beneran sih, anggap saja hacking-hackingan (maksudnya hacker pemula-red).

Untuk melakukan hacking dengan bantuan google kita harus tahu dulu mengenai syntax (spesial command) yang bisa membantu kita menemukan apa yang hendak kita cari di google. Talkiwong akan membagikan syntax-syntax tersebut secara free (simak terus ya), anda hanya perlu mengingatnya. Kalau lupa silakan dibuka halaman blog ini. Mari kita mulai.

1. "intitle:"
bisa kita gunakan untuk mencari halaman web dengan title/judul tertentu, misalkan kita mau mencari halaman dengan judul "home" maka kita ketik "intitle:home", maka google akan menampilkan semua halaman dengan judul "home" urut sesuai pagerank google tentunya.

2. "inurl"
bisa kita gunakan untuk membatasi pencarian hanya pada satu situs tertentu, misalkan kita hendak mencari halaman yang memuat kata "funny" maka kita bisa mengetik "funny inurl:www.youtube.com" maka google akan menampilkan halaman dengan kata funny di situs youtube.com.

3. "site:"
kalau inurl membatasi pencarian pada situs tertentu, maka "site:" membatasi pencarian pada suatu domain, misalkan kita ketik "funny site:co.id" maka google akan menampilkan semua halaman yang memuat kata funny pada semua domain ".co.id"

4. "filetype:"
untuk membantu kita membatasi pencarian file dengan extension tertentu, misal .doc; .xls; .pdf dan lainnya. Ketik keyword "filetype:pdf site:co.id" maka google akan menampilkan semua link yang berisi file extension doc pada domain .co.id.

5. "link:"
 berguna untuk menampilkan halaman web yang mempunyai link pada situs tertentu, misal kita ketik "link:www.youtube.com" maka google akan menampakkan semua halaman web yang mempunyai link ke www.youtube.com.

6. "related"
untuk menampakkan (kata menampilkan udah banyak dari tadi) halaman web yang berhubungan atau mirip. misalkan kita ketik "related:www.okezone.com" , maka akan menghasilkan daftar halaman web yang mirip dengan www.okezone.com

7. "intext:"
ini sebenarnya sama saja dengan pencarian yang biasa kita lakukan dengan memakai google, misal "intext:hack" maka google melakukan pencarian terhadap halaman web yang mengandung kata "hack".

8."phonebook:"
melakukan pencarian terhadap orang atau alamat, misal kita mau mencari nomor telpon seorang bernama Dedy dari Samarinda, ketik saja "phonebook:dedy+samarinda".

Nah teman-teman itulah sekilas yang talkiwong ketahui mengenai google hack, ini hanya pengetahuan dasar saja. Boleh dipraktekkan, tidak melanggar hukum selama tidak merugikan orang lain.

Terima kasih atas perhatiannya, akhir kata saya ucapkan Wassalamualikum Wr. Wb.

Sabtu, 14 April 2012

Sholat Dhuha dan Manfaatnya

Assalamualaikum, sudah lama nih nggak posting, gara-gara temen bilang "kalo posting jangan cuman copy paste aja, tapi dipahami dulu isinya kemudian cari sumber-sumber yang lain dirangkum dan diposting". Kayaknya susah, soalnya sudah lama tidak melakukannya, itu kan sama saja dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal admin sudah lama sekali lulusnya.

Tapi tak apa-apa. Admin anggap semua itu sebagai sebuah tantangan. Sewaktu kecil dulu admin pernah punya cita-cita jadi penulis, mungkin ini adalah salah satu anak tangga untuk meraih cita-cita admin yang sempat terlupakan.



Pada kesempatan kali ini admin ingin membahas mengenai salah satu sholat sunnah yang mungkin teman-teman admin sudah sering melaksanakannya, yaitu Sholat Dhuha.

Sudah sejak lama admin sering melihat teman-teman admin melaksanakan sholat dhuha. Kira-kira sejak tahun 2000 an, saat admin masih sekolah di SMK. Tapi saat itu hati admin belum tergerak untuk melaksanakannya, bahkan kalau boleh dibilang, saat itu admin baru tahu pelaksanaan sholat dhuha. Sampai admin lulus dan bekerja, admin masih sering menemukan teman-teman admin rajin melaksanakan sholat dhuha. Biasanya teman-teman admin berangkat kerja lebih awal, sambil menunggu bell masuk kerja, mereka mengambil wudlu dan melaksanakan sholat dhuha di mushola pabrik. Hitung-hitung mengisi waktu luang daripada ngerumpi. Selain dilaksanakan sesaat sebelum bell masuk, sebagaian teman-teman admin juga melaksanakannya untuk mengisi waktu istirahat jam 10.00. Biasanya mushola lebih ramai pada saat istirahat jam 10.00.

Baiklah teman-teman, mari kita mulai membahas sholat dhuha.

Apa sih sholat dhuha itu?


Sholat dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat waktu dhuha.Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya. Jumlah rakaat shalat dhuha, dari dua hingga duabelas rakaat.Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi umat Islam. Salah satunya adalah membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahannya. Hayo siapa dari para pembaca yang tidak pengen dilimpahkan rezeki dan keberkahan dari Yang Maha Kaya dan Yang Maha Pemberi? Jadi kalau pembaca mau rezekinya berlimpah, halal, dan berkah, selain bekerja keras juga sangat dianjurkan untuk melakukan sholat dhuha.

Rasulullah bersabda di dalam Hadists Qudsi,“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani). Dalam hadist yang lain dikatakan,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatny setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR. Abu Daud)

Manfaat Sholat Dhuha

Selain berguna untuk membuka pintu rezeki, ada lagi beberapa manfaat sholat dhuha yang perlu diketahui oleh pembaca.
1. Melenturkan otot dan persendian sebelum mulai bekerja
Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Sebelum memulai aktivitas pekerjaan di pagi hari ada baiknya kita melakukan peregangan dengan cara sholat dhuha, karena ternyata gerakan sholat itu sebenarnya mirip dengan gerakan senam. Bedanya, kita dijanjikan oleh Allah SWT pahala yang besar. Dan Allah tidak pernah ingkar janji kan?

2. Persiapan mental & penangkal stress
Shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Subhanallah... begitu bermanfaat sekali ternyata sholat dhuha itu. Bagi teman-teman yang belum melaksanaknnya, mari segera kita laksanakan, buat yang sudah melaksanakan, kalo bisa jangan sampai absen dan bolong-bolong sholat dhuha-nya.

Semoga sedikit pengetahuan yang admin tulis dan bagi di sini bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian. Jika ada tulisan yang salah atau keterangan yang kurang, maka sebenarnya admin juga manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan. Namun begitu admin memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk ikut menegur dan menunjukkan kesalahan admin.

Kebenaran hanya milik Allah SWT.

sumber :
sholat-dhuha.info
tuntunan sholat lengkap oleh Drs. Moh. Rifa'i

Rabu, 11 April 2012

balas budi

tak perlu bingung memikirkan siapa yang akan membalas budi atas perilaku baik kita terhadap seseorang, kalo kita ikhlas, insyaAllah Allah lah yang akan membalasnya..

Sabtu, 07 April 2012

20 Fakta Unik dan Lucu Antara Laki-laki & Perempuan

1. Rata-rata perempuan tidur lebih lama 1 jam saat malam dari pada laki-laki.
2. Bayi perempuan cenderung lebih cepat berjalan dan berbicara, bayi laki-laki 2 bulan lebih lambat.
3. Lebih banyak kehamilan dan kelahiran dengan komplikasi (gangguan) saat mengandung bayi laki-laki ketimbang bayi perempuan.
4. Rata-rata berat otak laki-laki lebih berat 1,4 kg daripada berat otak perempuan.
5. Pergantian kelamin lebih banyak dilakukan oleh laki-laki.
6. Perempuan kurang mampu menahan dingin disebabkan permukaan kulit yang lebih besar, sehingga lebih suka pada suhu ruang yang lebih hangat.
7. Laki-laki lebih suka bicara langsung sesuai tujuannya, sementara pembicaraan perempuan terputus-putus dengan keraguan dan perasaan. Disebabkan serabut penghubung antara belahan otak kanan ( intuisi ) dan kiri ( logika ) lebih sedikit pada perempuan. Sehingga ekspresi perasaan lebih mudah terjadi pada perempuan.
8. Perempuan lebih baik indra penciumannya disebabkan tingginya hormon estrogen yang diketahui sebagai aktivator reseptor penciuman.
9. Perempuan mempunyai 75 % lebih banyak kelenjar keringat/peluh ( yang menghasilkan bau badan ) daripada laki-laki.
10. Kemampuan indra laki-laki untuk mengecap rasa masam, manis dan masin lebih rendah pada perempuan.
11. Lebih dari dua kali pada perempuan cenderung homoseksual (menyukai sesama jenis) pada usia 45 tahun daripada laki-laki.
12. Pada saat usia tua perempuan mengalami kerontokan rambut, pada usia yang sama sebagian besar laki-laki mengalami kebotakan. Kebotakan disebabkan produksi berlebihan dari hormon androgen (hormon laki- laki ).
13. Berpapasan dengan perempuan pada jalanan ramai, laki-laki menghadapkan tubuhnya menghadap perempuan yang dilewatinya. Perempuan cenderung membalikkan badan, sering secara tidak sadar menempatkan tangan di depan badannya untuk melindungi dada.
14. Kira-kira 48 % laki-laki mendengkur ketika tidur, hanya 22 % pada perempuan.
15. Laki-laki lebih banyak memilih merah, dan perempuan warna biru.
16. Perempuan rata-rata 153 detik berada di toilet, laki-laki 113 detik.
17. Satu berbanding empat, perempuan dibanding laki-laki yang berbicara gagap.
18. Penelitian di Amerika, perempuan menggunakan waktu hampir 2 kali lebih banyak untuk berbelanja dibanding laki-laki.
19. Perempuan secara umum yang lebih menentukan corak dan gaya pakaian yang dipakai.
20. Penelitian di England, anak laki-laki lebih mudah dibohongi/diperdaya daripada anak perempuan. Kalau di Indonesia entahlah…
sumber : beritaunik

Jumat, 06 April 2012

Lorong Gelap Uji KIR

MaƔf bukan bermaksud mengganggu lalu lintas milist (boleh di delete setelah dibaca), tapi sekedar penasaran apa benar ESEMKA sedemikian tak layaknya di jalan, sehubungan dapet kabar dari milist sebelah perihal proses lulus KIR (tes uji layak kendaraan) berikut ini :

Bus maut sumber kencono, Karunia bakti dan sekelebatan metro mini di hadapan saya yang lewat tanpa lampu rem mengingatkan pengalaman beberapa tahun lalu ketika diri ini masih jadi pengusaha kelas pinggiran yang penasaran mengapa sebuah Pick Up kecil saya yang di pergunakan sehari hari untuk mengangkut benda ringan macam Styrofoam harus menjalani uji petik atau KIR dengan biaya yang semestinya tertera Rp 48 ribu rupiah namun kenyataannya supir saya selalu meminta uang sejumlah Rp 160 ribu untuk setiap enam bulan uji KIR.

Dalam tiga semester uji KIR, menurut aturan, buku KIR sudah harus diganti dan saya berkeinginan untuk mengurusnya sendiri tanpa melibatkan supir. Bukannya tak percaya pada supir saya sendiri tapi keingin tahuan kenaikan jumlah biaya hingga empat ratus persen itu dari mana asalnya.

Kamis pagi, Kantor uji KIR di Jagakarsa pukul Sembilan lambat laun mulai diramaikan oleh beberapa kendaraan yang hendak menguji kelayakan mereka. Saya membawa pick up biru yang saya gunakan sehari-hari untuk usaha toko yang saya beli dari sebuah dealer dalam kondisi baru. Didepan jalan gerbang masuk dua petugas dan satu berpakaian biasa menghampiri dan bertanya.

 “ Mobil ini siapa yang bawa?” Tanya petugas berkumis tebal.

 “ Loh..memangnya saya nggak kelihatan, mobil ini kan saya yang kendarai!” jawab saya polos sambil tersenyum.

“ Maksudnya mobil ini biasa KIR sama siapa, siapa yang bawa, Nitipnya sama siapa?” si petugas menukas dengan nada meninggi.

“ Saya bilang saya manusia yang kelihatan, ini mobil saya yang bawa, mau uji KIR,” jawab saya tenang.

“ Jadi mau urus sendiri?” Dia bertanya, saya mengangguk yang diikuti dengan suara tertawa terbahak bahak , sambil dirinya meninggalkan saya.

“Tunggu aja sampai seminggu pak, baru beres..,” Ia membalik badan ketika
beberapa langkah meninggalkan pick up saya, sambil terus tertawa.

“ Nggak apa apa , sebulan saya juga tunggu kok , saya lagi banyak
waktu,”sahut saya padanya lalu saya lajukan mobil memasuki gerbang dengan
loket disisi kanan.

Untuk biaya masuk, tarif tiga ribu rupiah berubah menjadi lima ribu rupiah sesuai permintaan petugas loket tanpa kembalian, It’s Ok lah, mungkin yang
di gardu butuh merokok atau kopi pagi.

Sampai di dalam urutan lajur pengujian KIR mobil saya dihentikan dan kembali ditanyakan siapa yang akan membawa mobil. Dengan jawaban persis sama dengan sewaktu diluar, dahi petugas ini berkernyit tak yakin, kemudian bergegas ia menyambar buku KIR saya dan menyatakan bahwa buku KIR saya harus diganti baru dengan jumlah biaya yang disebutkan olehnya sebesar delapan puluh ribu rupiah dibayar dikantor setelah KIR.

Dibalik punggungnya saya membaca tulisan besar di dinding ruang Uji petik “ BUKU KIR TIDAK DIPUNGUT BIAYA”. Suatu paradoks pertama di pagi hari yang
saya temui.

Ia menghilang dari hadapan saya dengan membawa buku KIR yang sudah harus diganti baru. “ Nanti urus didalam pak!” itu kalimat terakhirnya sebelum ia menghilang ke dalam kantor.

Lorong pengujian terhampar didepan saya hanya berisi satu mobil , sebuah pick up hitam sejenis yang melaju hanya dalam hitungan masing-masing di bawah dua menit dalam setiap perhentian. Diperhentian pertama adalah tempat lampu-lampu serta berbagai atribut keselamatan kendaraan di uji apakah berfungsi. Ada satu petugas berdiri di damping alat uji yang tanpa melihat kekendaraan hanya mengisi formulir dan menanda tanganinya untuk kemudian mempersilahkan pick up hitam di depan saya itu melaju ke pos uji berikutnya untuk melanjutkan ke pos pengecekan ban, fungsi rem dan fungsi mekanis lainnya. Kurang dari dua menit pick up itu kembali melaju dan mendapatkan form bertanda tangan tanpa perlu menginjak apalagi menguji rem di pos tersebut. Singkat, hemat waktu dan tak perlu antri panjang, sebuah efisiensi dalam tanda Tanya.

Kendaraan saya diminta maju ke pos pertama dan disana saya hentikan pick up saya dengan perlahan lalu menyalakan semua lampu mulai dari lampu utama, sign,lampu kabin, lampu malam menginjak rem dan sebagainya tanpa diminta. Tak sedetikpun wajah petugas menoleh ke pick up saya dan tak lama ia menyodorkan lembar kertas berisi tanda tangan tanda lolos uji seraya meminta uang lima belas ribu rupiah dan mempersilahkan jalan.

“ Untuk apa pak?” Tanya saya.

Ia terkejut lalu menarik kembali kertas tersebut.

“Memang harus begitu, bayar lima belas ribu!” tukasnya

“ Mobil saya belum di uji atau dilihat pak, kok saya harus bayar?”

“ Sudah lolos, bayar saja..banyak yang nunggu!” ia berusaha mempersingkat
percakapan namun keukekuh menanti lembaran rupiah.

“Ok, ini saya bayar tapi mohon kuitansinya pak!” pinta saya.

“ Nggak ada , mau anda apa sih?” tanyanya

“ Mau uji KIR!” “ Jadi mau ditest betulan?”

“ Ya iya, saya jauh datang kesini untuk pastikan mobil saya di uji,” jawabsaya.

“ Kalau nggak lulus tahu sendiri ya, di kasih yang gampang malah cari susah!” jawaban aneh bagi saya ketika itu yang terucap dari seorang petugas
Negara yang bertanggung jawab memastikan kendaraan saya membahayakan atau tidak untuk orang lain di jalan raya sana.

Ia berteriak ke beberapa orang di lajur berikutnya.

“ Hoooi,… ini orang mau di uji mobilnya, test yang komplit jangan ada yang lewat!” Perintahnya pada beberapa orang yang semula hanya duduk membaca Koran.

Satu persatu bagian mobil diperiksa oleh mereka, hanya saja mungkin tak
seteliti dealer resmi mobil yang sehari sebelumnya saya kunjungi untuk memastikan semua fungsi kendaraan saya dalam kondisi yang prima. Saya tak pernah melewatkan waktu pengecekan berkala ke bengkel resmi meski itu hanya untuk sebuah Pick up untuk usaha.

Tak ada satupun kekurangan yang bisa mereka temukan hingga si petugas pemegang kertas menghampiri saya dan tetap meminta uang untuk menyatakan mobil saya lolos uji.

“ Saya bayar semua kan nanti di loket pak, disini tertulis tidak ada pungutan apapun selama mobil di uji!” ucap saya.

Kertas dilempar ke dashboard dan mobil saya di tepuk untuk lekas pergi,
bagai mengusir seekor ayam ia bersungut sungut sambil meneriakkan kepada
petugas di pos setelahnya bahwa saya tak mau bayar dan minta di uji.

Di pos kedua setali tiga uang, petugas tak berkeinginan memeriksa mobil saya berikut rem dan lainnya. Selembar kertas berharga lima belas ribu rupiah ia sodorkan untuk lolos dari posnya. Saya menggeleng, tak sudi membayar kecuali di beri kuitansi.Ia naik pitam dan menendang ban mobil saya untuk kemudian mengusir semau hatinya. Kertas dilemparkan ke belakang bak mobil saya. Aneh! Saya pun melaju tak memperdulikannya karena tak ada perintah untuk injak gas atau rem sebagai proses pengujian, dan ketika diujung lorong saya diminta untuk turun dan memarkir kendaraan lalu menyerahkan kunci kepada seseorang disana.

Saya diajak kedalam ruangan kecil dan diminta membayar sejumlah delapan puluh ribu rupiah untuk sebuah buku baru yang akan dicetak. Tak terbayang apakah mereka ini bisa membaca atau tidak karena di hampir semua sudut terpampang tulisan bahwa perpanjangan buku KIR tidak dikenakan biaya. Sebuah paradoks ke sekian kali yang saya temukan pagi itu.

Petugas loket marah bukan kepalang ketika saya meminta kuitansi untuk pembayaran tersebut dan ia menghardik saya dengan tuduhan tidak mau bekerja sama dan tidak menghormati institusi mereka disana. Ia menanyakan instansi saya bekerja dan maunya apa. Saya hanya tersenyum dan menjawab bahwa saya adalah pedagang biasa, pemilik asli pick up yang tengah diuji dan hanya meminta kuitansi. “ Yang mana yang tidak saya hormati?” Tanya saya tegas dan tak mampu dijawab olehnya.

Bagai seorang tahanan saya digelandang ke kantor kepala, di tatapi oleh beberapa pria gagah menyandang pangkat mirip taruna tentara di bahu kiri dan kanan dalam ruang kantor. Buku KIR di geletakkan di meja kepala kantor dan saya melihat disana dua pria yang juga gagah dengan seragam asyik berbincang sambil merokok. Saya diminta menunggu diluar sampai kemudian dihampiri oleh seorang wanita muda yang tengah hamil tua untuk kemudian ia meminta saya membayar uang sejumlah delapan puluh ribu rupiah.

“Tanpa kuitansi, saya tidak akan membayar …. dengan kuitansi ,satu jutapun akan saya bayar, lagi pula mobil saya tak diperiksa apa apa!” tegas saya padanya.

Ia dengan perut yang bulat besar mundur dan meminta ijin pada saya untuk menanyakan kepada kepala kantor untuk sebuah kuitansi. Sepuluh menit kemudian ia kembali kehadapan saya dan berkata bahwa kuitansi akan dibuatkan oleh kepala kantor.

“ Baik ,saya menunggu disini mbak,” ujar saya ramah.

Satu jam saya menunggu dan hanya menyaksikan dua orang berbicara dengan rokok yang tiada henti. beberapa buku KIR mobil lain menyusul kembali bertumpuk di atas buku KIR saya. Lelah menunggu tanpa kepastian saya menghampiri si wanita hamil untuk bertanya tentang nasib buku KIR saya. dan ia menjawab bahwa kepala kantor sedang sibuk.

Saya ketuk ruangan pak Kepala yang tak terkunci dan memotong pembicaraan
dua orang yang merokok tanpa henti sejak sejam yang lalu. Lalu saya meminta untuk mereka memproses buku KIR saya. Mereka sedikit terkejut dan segera mengambil buku KIR paling bawah.

Sibuk untuk menunda memproses buku KIR bukan alasan bagi saya karena satu jam setengah saya melihat mereka hanya merokok dan berbicara. Buku diserahkan kepada staffnya yang hamil sambil berbisik, ia berjalan didepan saya tanpa menoleh.Tak lama sang wanita hamil menghampiri dan meminta saya untuk membayar berapa saja karena kuitansi tidak bisa diberikan. Saya keluarkan uang lima puluh ribu rupiah dan menyodorkan kepadanya.

“ Mbak yang baik , ini saya rela memberi pada mbak , untuk kesehatan bayi dalam kandungan mbak, silahkan dibelikan susu dan segala makanan yang halal yang bisa mbak berikan padanya,nanti jika lahir karena saya tidak ingin anak mbak memakan hal yang haram dalam proses semua ini. Saya ikhlas untuk kebaikan anak dalam kandungan mbak…!” saya berkata pelan.

Ia menangis, saya panik dan tak menyangka reaksinya demikian, beberapa staff menghampiri dan bertanya, hanya untungnya si wanita hamil ini tak mengadu apapun pada mereka. Ia bergegas masuk keruang kepala dan muncul lima menit kemudian sambil membawa buku KIR saya.

“ Bapak diminta menunggu di luar depan loket, pak kepala bertanya bapak dari instansi mana..?” ia bertanya tanpa berani lama-lama menatap wajah saya.

“ Saya hanya pengusaha kecil , yang perduli dengan usaha saya dan juga peduli dengan korupsi yang merajalela !” jawab saya. Ia mempersilahkan saya keluar dan menunggu didepan loket, sebelumnya saya tetap menyodorkan uang selembar lima puluh ribu rupiah untuk anak dalam kandungannya, Meski terpaksa ia menerima uang itu karena saya nyatakan ikhlas untuk memberinya, bukan untuk proses mendapatkan buku KIR baru.

“Doakan anak saya yang baik ya pak!” ia meminta hal itu ketika menerima uang dari saya.

Didepan loket diluar, hanya dalam hitungan dibawah sepuluh menit nama saya dipanggil dan dengan baik mereka memberikan buku KIR baru , kunci mobil dan mengarahkan saya untuk menuju pengecatan tanda KIR sambil sebelumnya saya membayar biaya KIR sebesar empat puluh delapan ribu rupiah, DENGAN KUITANSI. Kakek tua mendampingi saya untuk mengecat tanda KIR, tangannya yang sudah gemetar menempelkan kertas sablon dan menghembuskan cat semprot dari tangannya untuk memberikan tanda bahwa mobil saya “syah” telah diuji KIR sampai enam bulan kedepan.

Uang lima puluh ribu rupiah kembali saya selipkan ke dekapan tangannya
dengan keikhlasan tanpa minta kuitansi.

“Untuk cucu ya pak!” ujar saya ketika menyerahkan lembaran uang berwarna biru.

Ia senang bukan kepalang dan mengantar saya meninggalkan gerbang fasilitas uji KIR Negara Jagakarsa. Uang dari kantong saya tetap keluar sebesar seratus enam puluh ribu rupiah, bukan untuk proses KIR saja namun untuk sedekah pada orang orang kecil yang tengah hamil dan renta yang terjebak dalam gelapnya lorong proses pengujian kendaraan yang tak tahu fungsinya untuk apa.

Begitu keluar, saya disambut asap tebal sebuah kopaja yang melintas di trayek depan kantor uji KIR dengan rem yang berderit derit menjemput penumpang. Saya ngilu mendengar dan menatapnya, untuk Bis bukan di Jagakarsa pengujiannya, konon di tempat lain di timur Jakarta, namun hasilnya rasanya sama saja.

“Lorong gelap uji KIR”, Apakah itu penyebab ratusan orang tak bersalah meregang nyawa dijalan-jalan negeri akhir-akhir ini ?, saya tak mengerti karena saya hanya menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana proses pengujian yang saya alami dulu sekian tahun lamanya di tempat yang mestinya menjaga keselamatan seluruh anak bangsa dari bahaya kendaraan yang tak laik jalan.

Salam,
Bambang S

dari : kamisetembang@yahoogroups.com